Sejarah Semester Genap

KEHIDUPAN AWAL MASYARAKAT INDONESIA
  • Proses pembentukan bumi :
1.        Zaman arkhaikum : Belum ada kehidupan disebabkan bumi masih panas & merupakan bola gas panas yang berputar pada porosnya
2.        Zaman paleozoikum :
§  Zaman ketika terdapat kehidupan makhluk pertama di bumi
§  Disebut juga zaman primer (karena untuk pertama kalinya ada kehidupan)
§  Terbagi menjadi beberapa tahap kehidupan :
1.        Cambrium : Kehidupan amat primitif seperti kerang dan ubur-ubur
2.        Silur : Hewan bertulang belakang seperti ikan
3.        Devon : Binatang jenis amfibi tertua
4.        Carbon : Binatang merayap jenis reptil
5.        Perm : Hewan darat, ikan air tawar dan amfibi
3.        Zaman mesozoikum :
§  Zaman sekunder (zaman hidup kedua), disebut juga zaman reptil sebab muncul reptil besar seperti dinosaurus dan atlantosaurus
§  Terbagi menjadi 3 :
1.        Trias : Ikan, amfibi dan reptil
2.        Jura : Reptil dan sebangsa katak
3.        Calcium : Burung pertama dan tumbuhan berbunga
§  Ikan di darat mengalami evolusi, siripnya menjadi kaki yang kuat, ekornya tumbuh semakin panjang, kepalanya yang semakin keras dan besar. Inilah yang kita kenal dengan nama dinosaurus, brontosaurus dan atlantosaurus
§  Dinosaurus pemakan tumbuhan kecuali Tyranosaurus
§  Brontosaurus besarnya 10x gajah
§  Reptil terbang seperti Pteranodon
4.        Zaman neozoikum :
§  Zaman bumi baru (bumi sudah terbentuk sepenuhnya)
§  Terbagi menjadi :
1.        Zaman tertier : Zaman hidup ketiga, makhluh hidup berupa binatang menyusui sejenis monyet & kera, reptil raksasa mulai lenyap, dan pada akhir zaman ini sudah ada jenis kera-manusia. Zaman ini ditandai dengan munculnya tenaga endogen yang dahsyat sehingga mematahkan kulit bumi
2.        Zaman kuarter : Zaman hidup keempat, mulai muncul kehidupan manusia. Dibedakan menjadi :
§  Zaman pleistosen (Diluvium) : Terjadi penurunan suhu drastis dan memunculkan zaman es (zaman glasial)
§  Zaman holosen (Aluvium) : Zaman lahirnya jenis Homo Sapiens, yaitu jenis manusia seperti manusia sekarang
  • Jenis-jenis manusia purba :
1.        Meganthropus paleojavanicus : Ditemukan di Sangiran oleh Von Koeningswald pada tahun 1936 dan 1941. Cirinya :
§  Memiliki tulang pipi yang tebal
§  Memiliki otot rahang yang kuat
§  Tidak memiliki dagu
§  Memiliki tonjolan belakang yang tajam
§  Memiliki tulang kening yang menonjol
§  Memiliki perawakan tegap
§  Memakan tumbuh-tumbuhan
§  Hidup berkelompok dan berpindah-pindah
2.        Pithecanthropus : Manusia kera. Fosilnya banyak ditemukan di daerah Trinil, Perning (Mojokerto), Sangiran, dan kedungbrubus, Cirinya :
§  Memiliki rahang bawah yang kuat
§  Memiliki tulang pipi yang tebal
§  Keningnya menonjol
§  Tulang belakang menonjol dan tajam
§  Tidak berdagu
§  Perawakan tegap, mempunyai tempat pelekatan oto tengkuk yang besar & kuat
§  Memakan jenis tumbuhan
Beberapa jenis pithecanthropus :
§  Pithecantropus erectus (manusia kera berjalan tegak) : Ditemukan oleh E. Dubois di Kedungbrubus & Trinil. Memiliki ciri :
1.        Berjalan tegak
2.        Volume otaknya melebihi 900cc
3.        Berbadan tegak dengan alat pengunyah yang kuat
4.        Tinggi badannya sekitar 165-170 cm
5.        Berat badannya sekitar 100 kg
6.        Makanannya masih kasar dengan sedikit dikunyah
§  Pithecantropus robustus (manusia kera berahang besar) : Ditemukan di Sangiran oleh Weidenreich. Van Koeningswald menyebutnya pithecanthropus mojokertensis
§  Pithecanthropus dubuis (dubuis artinya meragukan) : Ditemukan oleh Von Koeningswald di Sangiran
§  Pithecanthropus soloensis (manusia kera dari solo) : Ditemukan oleh Von Koeningswald, Oppenoorth, dan Ter Haar di Ngandong
3.        Homo : Artinya manusia. Merupakan jenis manusia purba yang paling maju dibandingkan yang lain. Ciri :
§  Berat badan kira-kira 30-150 kg
§  Volume otaknya lebih dari 1350 cc
§  Alatnya dari batu dan tulang
§  Berjalan tegak
§  Muka & hidung lebar
§  Mulut masih menonjol
Jenis homo :
§  Homo wajakensis (manusia dari Wajak) : Ditemukan di Wajak oleh Von Rietschoten, kemudian diselidiki oleh E. Dubois. Termasuk ras Australoid dan bernenek moyang homo soloensis. Dimasukkan dalam Homo sapiens (manusia cerdas) sebab sudah mengenal upacara penguburan
§  Homo soloensis (manusia dari Solo) : Ditemukan oleh Ter Haar & Oppenoorth. Diselidiki oleh Von Koeningswald dan Weidenreich. Sudah bukan kera lagi, melainkan sudah manusia
§  Homo Sapiens (manusia cerdas) : Berasal dari zaman Holosen, bentuk tubuhnya menyerupai manusia sekarang. Sudah menggunakan akal dan memiliki sifat yang dimiliki manusia sekarang. Kehidupannya masih sederhana dan mengembara. Cirinya :
1.        Volume otaknya 1000-1200 cc
2.        Tinggi badan antara 130-210 cm
3.        Otot tengkuk mengalami penyusutan
4.        Alat kunyah dan gigi mengalami penyusutan
5.        Muka tidak menonjol ke depan
6.        Berdiri & berjalan tegak
7.        Berdagu
Jenis homo sapiens di dunia terdiri dari subspesies yang menurunkan berbagai manusia :
§  Ras Mongoloid : Berciri kulit kuning, mata sipit, rambut lurus. Menyebar ke Asia Timur (Jepang, Cina, Korea, dan Asia Tenggara)
§  Ras Kaukasoid : Berkulit putih, tinggi, rambut lurus, dan hidung mancung. Penyebarannya ke Eropa, India utara, Yahudi, Arab, Turki, Asia Barat lainnya
§  Ras Negroid : Ciri berkulit hitam, rambut keriting, bibir tebal. Penyebarannya ke Australia, Papua, dan ke Afrika






PENGARUH PERADABAN AWAL MASYARAKAT DUNIA TERHADAP PERADABAN INDONESIA
  • Bangsa melayu dapat dibedakan menjadi 2 :
1.        Bangsa Melayu Tua (Proto Melayu) :
§  Orang Austronesia dari Asia (Yunan) yang pertama kali ke Nusantara pada sekitar 1500 SM
§  Datang melalui 2 jalan :
1.        Jalan barat : Dari Yunan melalui selat Malaka masuk ke sumatra masuk ke Jawa. Alat berupa kapak persegi
2.        Jalan timur : Dari Yunan melalui Formosa (Taiwan) masuk ke Filipina kemudian ke Sulawesi kemudian masuk ke Irian. Alat berupa kapak lonjong
§  Memiliki kebudayaan batu sebab alatnya terbuat dari batu yang sudah maju, yakni dihaluskan
§  Kapak persegi ditemukan di Sumatra, Jawa, Bali, dan Kalimantan
§  Kapak lonjong ditemukan di Sulawesi & Irian
2.        Bangsa Melayu Mua (Deutero Melayu) :
§  Tahun 500 SM
§  Masuk ke Nusantara melalui jalan barat saja
§  Lebih maju dibandingkan Proto Melayu
§  Sudah dapat membuat barang dari perunggu dan besi
§  Hasil budayanya : Kapak corong, kapak sepatu, dan nekara
§  Mengembangkan budaya megalitikum. Hasilnya : Menhir, dolmen, sarkofagus dan lainnya
  • Sebelum kelompok bangsa melayu memasuki Nusantara, sebenatnya telah ada kelompok manusia yang lebih dahulu tinggal di wilayah tersebut. Mereka termasuk bangsa primitif :
1.        Suku Pleistosin (purba)
2.        Suku Wedoid
3.        Suku Negroid
  • Kebudayaan Bacson-Hoabinh :
o    Di Pegunungan Bacson dan di Provinsi Hoabinh ditemukan sejumlah besar alat yang kemudian dikenal dengan kebudayaan Bacson-Hoabinh
o    Ciri kebudayaannya : Penyerpihan pada satu atau dua sisi permukaan batu kali yang berukuran satu kepalan dan bagian tepinya sangat tajam
o    Alat kebudayaan Bacson-Hoabing ditemukan di : Papua, Sumatra, Sulawesi & Nusa Tenggara
o    Penyebarannya bersamaan dengan perpindahan ras Papua Melanesoid ke Indonesia melalui jalan barat dan jalan timur
o    Pendukung budaya mesolitikum adalah Papua Melanesoid. Mereka hidup dan tinggal di Gua-gua (abris sous roche) dan meninggalkan Bukit-bukit karang/sampah dapur (kjokkenmoddinger)
o    Kapak genggam (kapak sumatra), kapak pendek, pipisan, ujung mata panah, flakes, dan kapak Proto Neolitikum
o    Ras Papua Melanosoid hidup masih sangat menetap, berburu & bercocok tanam sederhana. Sudah mengenal kesenian seperti melukis
  • Kebudayaan Dongsong :
o    Diambil dari nama daerah di Tonkin
o    Ditemukan bermacam-macam alat yang terbuat dari perunggu. Ditemukan juga Nekara dan kuburan
o    Pengolahan logam menunjukkan taraf kehidupan yang semakin maju, sudah ada pembagian kerja yang baik, masyarakat sudah teratur
o    Beberapa daerah penting dalam perkembangan logam di Nusantara :
1.        Budaya logam awal di jawa : Peninggalan logam berada di dalam peti kubur batu (sarkofagus) di daerah Gunung Kidul, Yogyakarta. Bekal kubur yang berupa peralatan dari Besi
2.        Budaya logam awal di Sumatra : Di Pasemah, Sumbar, terdapat peti kubur batu yang dibekali manik-manik kaca dan sejumlah benda logam berupa tombak besi dan peniti emas
3.        Budaya logam awal di Sumba, Nusa Tenggara : Tradisi penguburan dengan membawa beka kubur yang berupa logam yang diletakkan dekat peti si mati. Sudah ditemukan peralatan rumah tangga seperti bejana & tembikar kecil yang terbuat dari logam
4.        Budaya logam awal di Bali : Benda logam sebagai bekal kubur, berarti mereka menghormati roh nenek moyangnya yang sudah mati dengan barang yang berharga. Alat kehidupan terbuat dari logam seperti pisau, tombak, panah, & patung


Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar