Skip to content
Bab 6 Perhitungan Kimia
- Hipotesis Avogadro menyatakan bahwa: pada suhu dan tekanan yang sama gas-gas yang mempunyai volume sama akan mempunyai jumlah molekul yang sama pula.
- Mol menyatakan jumlah partikel suatu zat yang besarnya sama dengan Bilangan Avogadro (6,02 x 1023).
- Massa molar adalah massa satu mol zat yang besarnya sama dengan Ar/Mr-nya.
- Volume molar adalah volume satu mol gas yang diukur pada keadaan standar (STP = 0°C 1 atm). Besarnya sama dengan 22,4 liter.
- Pereaksi pembatas adalah pereaksi yang habis bereaksi terlebih dahulu dalam reaksi kimia.
- Kadar zat umumnya dinyatakan dalam persen (%) massa.
% massa X dalam zat =
x 100%
- Rumus empiris adalah rumus kimia yang menyatakan perbandingan mol terkecil dari atom-atom unsur penyusun senyawa.
- Rumus molekul adalah rumus kimia yang menyatakan jumlah atom-atom unsur dalam satu molekul senyawa.
Bab 7 Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit
- Larutan adalah campuran homogen antara zat terlarut dan zat pelarut.
- Berdasarkan daya hantar listriknya larutan dibagi 2, yaitu: larutan elektrolit dan nonelektrolit. Larutan elektrolit dibagi 2, yaitu: larutan elektrolit kuat dan larutan elektrolit lemah.
- Elektrolit adalah zat yang jika dilarutkan dalam air akan menghantarkan arus listrik. Nonelektrolit adalah zat yang jika dilarutkan dalam air tidak dapat menghantarkan arus listrik.
- Larutan elektrolit kuat mempunyai daya hantar listrik yang kuat sedang larutan elektrolit lemah mempunyai daya hantar listrik yang lemah/kurang baik.
- Larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik karena dalam air terionisasi sehingga pergerakan ion-ion di dalam larutan menghasilkan aliran arus listrik.
Bab 8 Reaksi Oksidasi dan Reduksi
- Pengertian reaksi oksidasi:
- Berdasarkan pengikatan dan pelepasan oksigen, reaksi oksidasi adalah reaksi pengikatan oksigen.
- Berdasarkan pengikatan dan pelepasan elektron, reaksi oksidasi adalah reaksi pelepasan elektron.
- Berdasarkan kenaikkan dan penurunan bilok, reaksi oksidasi adalah reaksi kenaikkan bilok.
- Pengertian reaksi reduksi:
- Berdasarkan pengikatan dan pelepasan oksigen, reaksi reduksi adalah reaksi pelepasan oksigen.
- Berdasarkan pengikatan dan pelepasan elektron, reaksi reduksi adalah reaksi pengikatan elektron.
- Berdasarkan kenaikkan dan penurunan bilok, reaksi reduksi adalah reaksi penurunan bilok.
- Reaksi redoks adalah reaksi di mana terjadi reaksi oksidasi dan reduksi secara bersama-sama.
- Reaksi autoredoks adalah reaksi di mana suatu zat mengalami reaksi oksidasi dan reduksi sekaligus.
- Oksidator adalah zat yang menyebabkan terjadinya reaksi oksidasi. Dia sendiri mengalami reduksi.
- Reduktor adalah zat yang menyebabkan terjadinya reaksi reduksi. Dia sendiri mengalami oksidasi.
- Bilangan oksidasi (bilok) adalah jumlah muatan yang dimiliki atom suatu unsur jika bergabung dengan atom unsur lain.
- Pada metode lumpur aktif terjadi reaksi oksidasi untuk pertumbuhan bakteri aerob dan terjadi reaksi reduksi pada substrat (buangan).
Bab 9 Hidrokarbon
- Kekhasan atom karbon adalah mampu membentuk 4 ikatan kovalen baik tunggal, rangkap 2, rangkap 3 dengan atom C atau atom lain.
Mampu membentuk rantai karbon baik terbuka atau tertutup.
- Senyawa hidrokarbon adalah senyawa yang mengandung unsur C dan H.
Contoh: alkana, alkena, dan alkuna.
- Alkana adalah senyawa hidrokarbon dengan rantai karbon jenuh (ikatan kovalen tunggal). Rumus umumnya CnH2n + 2.
- Alkena adalah senyawa hidrokarbon yang mempunyai ikatan rangkap dua pada rantai karbonnya. Rumus umum alkena adalah CnH2n.
- Alkuna merupakan senyawa hidrokarbon yang mempunyai ikatan rangkap tiga pada rantai karbonnya. Rumus umum alkena adalah CnH2n-2.
- Reaksi-reaksi kimia pada senyawa alkana, alkena, dan alkuna antara lain: reaksi substitusi, reaksi adisi, reaksi oksidasi, dan reaksi eliminasi.
- Isomer adalah senyawa-senyawa yang mempunyai rumus molekul sama tetapi strukturnya berbeda. Isomer dibagi 2 yaitu isomer struktur dan isomer geometri.
Isomer struktur dibagi 3: isomer rangka, isomer posisi, dan isomer gugus fungsi.
Bab 10 Minyak Bumi
- Minyak bumi terbentuk melalui proses pelapukan atau peruraian senyawasenyawa organik dari jasad mikroorganisme jutaan tahun yang lalu di dasar laut.
- Pemisahan minyak bumi menjadi fraksi-fraksinya dengan cara distilasi bertingkat.
- Fraksi-fraksi minyak bumi, antara lain: gas, petroleum eter, bensin/gasoline, nafta, kerosin, solar, oli, parafin, dan aspal.
- Dampak pembakaran minyak bumi, antara lain terjadinya efek rumah kaca, pemanasan global, hujan asam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar