Skip to content
Bab 1 Struktur Atom
- Perkembangan teori atom:
- Teori atom Dalton: Atom merupakan bagian terkecil dari materi yang tidak dapat dibagi lagi.
- Teori atom Thomson: Atom merupakan bola bermuatan positif yang mengandung elektron-elektron bermuatan negatif yang tersebar merata di seluruh bagian bola.
- Teori atom Rutherford: Atom terdiri atas inti atom bermuatan positif yang dikelilingi elektron yang bermuatan negatif.
- Teori atom Bohr: Elektron beredar mengelilingi inti atom pada lintasan tertentu dan dapat berpindah-pindah lintasan dengan menyerap atau melepas energi.
- Teori atom Mekanika Kuantum: Elektron-elektron yang beredar mengelilingi inti atom terletak pada orbital-orbital.
- Lambang unsur :

Z = nomor atom = p = e
A = nomor massa = p + n
X = lambang unsur
- Isotop: atom-atom unsur yang mempunyai jumlah proton sama.
Isobar: atom-atom unsur yang mempunyai nomor massa sama.
Isoton: atom-atom unsur yang mempunyai jumlah neutron sama.
Bab 2 Sistem Periodik Unsur
- Perkembangan sistem periodik unsur:
- Triade Dobereiner: setiap kelompok terdiri atas 3 unsur berdasarkan kemiripan sifat dan kenaikkan nomor massa.
- Oktaf Newlands: setiap unsur ke-8 sifatnya mirip dengan unsur pertama seperti tangga nada. Dasar pengelompokannya adalah kenaikkan nomor massa.
- Lothar Meyer/Mendeleyev: unsur-unsur disusun berdasarkan kenaikkan massa atom. Unsur-unsur yang mempunyai sifat mirip terletak pada satu kolom sama yang disebut golongan, sedangkan pengulangan sifat menghasilkan baris yang disebut periode.
- Moseley: unsur-unsur dikelompokkan berdasarkan kenaikkan nomor atom, yang kemudian menjadi Sistem Periodik Modern.
- Konfigurasi elektron per kulit: tiap kulit maksimum mampu menampung elektron sebanyak 2n2.
- Golongan ditentukan jumlah elektron valensi dan periode ditentukan jumlah kulit yang terisi elektron.
- Keperiodikan unsur meliputi:
- jari-jari atom;
- energi ionisasi;
- afinitas elektron;
- keelektronegatifan;
- sifat logam.
Bab 3 Ikatan Kimia
- Cara unsur mencapai kestabilan seperti gas mulia, yaitu:
- dengan serah terima elektron;
- pemakaian bersama pasangan elektron oleh atom-atom yang berikatan.
- Macam-macam ikatan kimia:
- Ikatan ion: ikatan yang terjadi karena serah terima elektron antaratom-atom yang berikatan.
- Ikatan kovalen: ikatan kimia yang terjadi karena pemakaian bersama pasangan elektron ikatan oleh atom-atom yang berikatan.
- Ikatan logam: ikatan yang terjadi karena gaya tarik-menarik yang kuat antara ion positif logam dengan elektron-elektron valensi yang bergerak bebas.
- Macam-macam ikatan kovalen:
- Ikatan kovalen tunggal.
- Ikatan kovalen rangkap 2.
- Ikatan kovalen rangkap 3.
- Ikatan kovalen polar.
- Ikatan kovalen nonpolar.
- Ikatan kovalen koordinasi.
- Peta konsep ikatan kimia :

Bab 4 Tata Nama Senyawa dan Persamaan Reaksi
- Tata nama senyawa anorganik dikelompokkan menjadi:
- Senyawa biner dari logam dan nonlogam diberi nama dengan menyebut kation (logam) diikuti nama anion (nonlogam).
- Senyawa biner nonlogam dan nonlogam diberi nama dengan menggunakan awalan Yunani.
- Senyawa yang mengandung ion poliatom diberi nama dengan menyebut kation (logam atau poliatom) diikuti nama anion (poliatom/monoatom).
- Senyawa organik diberi nama sesuai gugus fungsinya.
- Persamaan reaksi menggambarkan hubungan zat-zat kimia yang terlibat sebelum dan sesudah reaksi kimia.
- Suatu persamaan reaksi dikatakan setara jika jumlah atom sebelum dan sesudah reaksi sama, dengan angka koefisien.
Bab 5 Hukum-hukum Dasar Kimia
- Hukum Kekekalan Massa (Hukum Lavoisier) menyatakan bahwa dalam suatu reaksi kimia massa zat-zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama.
- Hukum Perbandingan Tetap (Hukum Proust) menyatakan bahwa perbandingan massa unsur-unsur dalam suatu senyawa adalah tetap.
- Hukum Kelipatan Perbandingan (Hukum Dalton) menyatakan bahwa jika dua jenis unsur dapat membentuk lebih dari dua macam senyawa, dan jika massa salah satu unsur dalam senyawa-senyawa itu tetap maka perbandingan massa unsur lainnya dalam senyawa-senyawa tersebut merupakan bilangan bulat sederhana.
- Hukum Perbandingan Volume (Hukum Gay-Lussac) menyatakan bahwa pada suhu dan tekanan yang sama volume gas-gas yang bereaksi dan volume gas-gas hasil reaksi berbanding sebagai bilangan bulat sederhana.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar